Prajurit TNI Kembali Gugur Diserang KKB Papua, Ini Pesan Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat

2021-09-04 111

KOMPAS.TV - Jenazah 4 prajurit TNI yang gugur dalam penyerangan kelompok separatis teroris di Kabupaten Maybrat, Papua Barat hari ini (3/9/2021) diberangkatkan ke daerah asal masing-masing.

Pangdam XVIII Kasuari, Kapolda Papua Barat, dan Gubernur Papua Barat, menghadiri langsung upacara pelepasan ke 4 jenazah anggota TNI AD yang gugur dalam penyerangan kelompok separatis teroris.

Usai upacara pelepasan jenazah, Gubernur Papua Barat dominggus mandacan menyatakan, mengecam tindakan yang dilakukan kelompok teroris bersenjata di Pos Koramil Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. Gubernur Papua Barat meminta kasus ini dapat diusut tuntas.

Sebelumnya, jenazah 4 prajurit TNI AD yang gugur akibat diserang kelompok separatis teroris disemayamkan di Markas Komando Korem 181 Kota Sorong Papua Barat, sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing.

Saat disemayamkan, anggota TNI Angkatan Darat sempat memberikan penghormatan terakhir kepada 4 jenazah prajurit yang gugur saat menjalankan tugas.

Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lebih menggunakan pesawat udara, jenazah personel TNI yang gugur tiba di Makassar, Sulawesi Selatan.

Jenazah langsung dimasukkan ke dalam ambulans dan dibawa menuju kampung halaman masing-masing.

Baca Juga 4 Prajurit TNI Gugur Diserang 50 Teroris di Papua Barat di https://www.kompas.tv/article/207675/4-prajurit-tni-gugur-diserang-50-teroris-di-papua-barat

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan meminta pemerintah tidak ragu menumpas kelompok teroris di Papua. Menyusul serangan yang mengakibatkan 4 anggota TNI gugur.

Syarief meminta pemerintah menyelesaikan kasus penyerangan yang melibatkan teroris KKB sampai tuntas. Menurutnya, aksi kelompok ini mengancam keselamatan warga dan otoritas pemerintah di Papua.

Untuk mengulas bagaimana pemerintah harusnya bersikap dalam proses penanganan serangan kelompok teroris di Papua yang mengakibatkan 4 anggota TNI gugur. Sore ini kita membahasnya bersama Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan.