Ahok Komisaris Utama Pertamina Butuh Dukungan Doa, Informasi, Dan Laporan Masyarakat

2019-11-25 983

PT Pertamina (persero) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini, Senin (25/11/2019).



RUPSLB ini untuk mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi Pertamina yang baru.



Dewan pimpinan komisaris Pertamina itu tak lain adalah Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.



Ahok diminta oleh Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Komisaris Utama Pertamina.



Ia didampingi Budi Gunadi Sadikin yang menjadi Wakil Komisaris Utama Pertamina.



Sebelum mengikuti RUPSLB dan menerima Surat Keputusan (SK) Komisaris Utama (Komut) Pertamina, Ahok berharap dukungan doa dari masyarakat.



Yang tak kalah penting pula adalah dukungan informasi dari masyarakat luas.



“Saya harap tentu dukungan doa dari masyarakat. Terus juga dukungan informasi dari masyarakat, karena fungsi saya kan pengawasan,” ungkap Ahok, di Kementerian BUMN.



Bagi Ahok, doa dan informasi itu menjadi penting karena posisinya sebagai pengawas yang membutuhkan pula laporan masyarakat.



Sebab, dengan semakin banyaknya informasi dan laporan yang diperolehnya, hal itu akan menolongnya melakukan pengawasan yang lebih baik.



“Semakin banyak masyarakat melaporkan kepada kami, itu akan menolong kami melakukan pengawasan lebih baik. Karena gak mungkin kita bisa ngawasin tanpa informasi. Istilah kalau dulu di Jakarta, ada clue, kita bisa awasi,” ujar Ahok. (DMB)