Raup Jutaan Rupiah dari Miniatur Berbahan Limbah

2019-09-03 1

Seorang warga di Maros, Sulawesi Selatan, menciptakan miniatur rumah adat khas Bugis Makassar dan perahu phinisi berbahan dasar limbah dari kayu. tidak tanggung-tanggung, omzet dari penjualan miniatur miliknya itu bisa mencapai jutaan rupiah dalam sekali penjualan.

Profesi ini sengaja digelutinya karena ketidaksanggupan melanjutkan pekerjaan sebagai mekanik otomotif yang dinilai membutuhkan tenaga lebih besar untuk kondisi fisiknya.

Miniatur rumah adat khas Bugis Makassar milik Gunawan, seorang warga yang tinggal di BTN Solindo, kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Maros ini, dibuat dari berbagai bahan limbah dari kayu.

Sepintas, miniatur buatannya sama persis dengan rumah adat khas Bugis Makassar yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Seperti terlihat pada bentuk bangunan rumah panggung, penempatan teras, dan tiang rumah serta pagar, hingga interior yang ada di dalam rumah.

Untuk mempercantik miniatur miliknya, Gunawan menambahkan lampu hias taman dan berbagai aksesori pelengkap lainnya, serta melakukan pengecetan hingga terlihat sama persis dengan bangunan rumah aslinya.



Meski hanya mengandalkan peralatan sederhana seperti gergaji dan pisau serta kertas gosok, Gunawan mampu menyulap limbah kayu dari balok, triplek hingga stik es krim untuk dijadikan miniatur yang terlihat lebih cantik. Miniatur miliknyapun beragam, mulai dari rumah adat hingga perahu phinisi dan berbagai aksesori lain telah dibuatnya.

Pembuatan kerajinan ini terlihat sederhana. Setelah membentuk pola, kemudian dihaluskan dan dipasang sesuai ukuran yang telah ditentukan dengan menggunakan lem kayu.

Meski keterampilannya terbatas, membuat miniatur berbahan limbah dari kayu telah digeluti Gunawan sejak tahun 2016 bersama isterinya. Selain karena mudahnya mendapat bahan, Gunawan tidak lagi melanjutkan pekerjaaan sebagai seorang mekanik yang dinilai cukup berat dengan kondisi fisiknya.

Omzet penjualan minitaur miliknyapun bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung dari ukuran dan kerumitan saat pembuatan yang kadang kala membutuhkan waktu hingga beberapa bulan.

Usaha kerajinan yang digeluti sejak beberapa tahun lalu ini, telah berhasil membuat puluhan miniatur, yang biasanya diikutkan dalam pameran di berbagai daerah di tanah air dan diperjualbelikan pada siapa saja untuk dijadikan sebagai pelengkap hiasan rumah.

Selain menggeluti profesi kerajinan ini, Gunawan juga sesekali melayani servis elektronik di rumahnya untuk menambah penghasilan.